Gandrung

Perkenankanlah aku mencintaimu seperti ini
Tanpa kekecewaan yang pasti
Meski tanpa kepastian yang pasti

Harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan
Biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yang menjanjikan

Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku
Menyebut-nyebut namamu dalam kesendirian pun lumayan
Berdiri didepan pintumu tanpa harapan dan kau membukakannya pun sudah terasa nyaman
Sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku pun cukup memuaskan

Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku

Dikutip dari tulisan GUS MUS

5 Komentar

  1. ADIS said,

    Desember 12, 2009 pada 7:29 pm

    Kata2nya bagus banget, jadi terharu.
    pingin bisa nulis seperti anda, dengan kalimat yang sederhana
    tapi maknanya dalam banget.
    boleh bagi ilmunya ???????

  2. panjoel said,

    Mei 8, 2011 pada 1:00 pm

    Ijin share puisiku gan..🙂

    Mengapa hati ini terus membatu?? Bukankah tegarnya karang dapat terkikis oleh derasnya ombak.. Dingin salju pun kadang pasrah saat menerima kehangatan.. Atau cinta telah menggema diseluruh nadiku..? Jika jari-jari ini tlah lelah dan tak berdaya lagi, kenapa harus mengenggam rasa seberat ini.. Seperti inikah hatiku yang kuat dan berani mencoba terus berlari membunuh hari-hari.. Lalu saat kesunyian memeluk kesendirianku,, jiwaku tertunduk diam membisu dan menjadikan air mata sebagai saksi atas logika yang teraniaya.. Resahku terdengar bisu meredupkan pijar sang bintang.. Gelisahku terlihat buta menghentak dada sang malam.. Lepaskanlah… Ikhlaskanlah… Sebab hati ini terlalu brharga jika harus mati dan tak bergerak lagi.. Akan ku ambil kepingan-kepingan hatiku yang hancur.. ku rangkai kembali dengan sisa-sisa senyumku.. Rasa syukur dan ikhlas kusisipkan sbagai isi didalamnya.. Lalu kuyakinkan jiwa ini bahwa diujung sana jiwa-jiwa dengan kehangatan membutuhkan hadirku.. Dan saat embun pagi mengiringi doa-doaku.. Tuhan akan menggantikan yang maya menjadi nyata..

  3. dindaru said,

    Juli 2, 2011 pada 7:29 am

    Cinta tak harus dimiliki, bisa mencintai sudah bisa membuat bahagia.

  4. oni said,

    Oktober 22, 2012 pada 9:35 am

    cinta itu sederhana, cukup memberi dan menerima dengan tulus tanpa pamrih..

  5. aldre said,

    Agustus 31, 2015 pada 9:38 am

    rajin banget ya nulis blog


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: