Ulang Tahun

Dalam suka mulut tertawa
Dalam duka mata berkaca
Dalam kaku pikir terpaku
Dalam waktu langkah satu-satu

Ada batu semangat tak mati kutu
Ada lubang jati diri tak hilang
Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok
Jatuh bangun namun tetap tekun

Demi masa depan
demi kesejahteraan
demi kebahagiaan
demi Tuhan, teruslah berjuang

Rentang waktu…..
terkadang membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita lupa bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita sadar bahwa kita hanya manusia yang tak punya apa-apa
selain jasad yang tak berguna
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita sadar bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
melainkan hati yang ada di dalam dada dan amal jasad yang lata

Walau Einstein berkata bahwa rentang waktu itu berbeda
tergantung dalam keadaan apa kita berada
Namun Tuhan telah berkata,
“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.

Sekular barat berkata,
“Waktu adalah dollar di dalam kantung”
Namun Hasan Al-Bana berkata,
“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.

Waktu…..
Alam terus menari dalam simfoninya

Waktu…..
Umur manusia didikte olehnya

Waktu….. setiap detaknya
memakukan kita di persimpangan jalan jalan Tuhan atau jalan setan
Rentang waktu….. semoga tak melalaikan kita tuk terus berjalan di jalan-Nya

Ditengah merahnya mega
Di dalam sunyinya senja
Kutulis sebuah puisi padamu
Walau kutahu tak menarik untukmu

Sejalan berjalannya waktu
Berputarnya bumi
Terbenamnya mentari
Dan munculnya bulan di malam hari

Bertambah pula usiamu
Semoga engkau sehat selalu
Selamat ulang tahun sahabatku
Karena hanya itu yang dapat aku berikan padamu

Sekian tahun sudah kehadiranmu mempengaruhi orang-orang sekitarmu,
dan setiap perbuatanmu telah membentuk karaktermu,
dan setiap langkahmu telah membawamu mendekati atau menjauhi

cita-citamu,
dan kelak…
setiap tarikan nafasmu akan dimintai pertanggungjawabannya,
untuk menentukan tempatmu di alam yang abadi…

Selamat Ulang Tahun
Semoga langkah-langkahmu semakin matang
dan selalu membawamu ke arah yang lebih baik

11 Komentar

  1. Yunan said,

    Juli 11, 2009 pada 3:21 pm

    Subhanallah…Betapa sempurnanya Engkau ya ALLAH yg telah menciptakan manusia se sempurna-sempurnanya.

  2. mirha said,

    Februari 13, 2010 pada 11:05 am

    gue ghie sakit hati nich

  3. evi said,

    Februari 25, 2010 pada 1:12 pm

    cnta thu san9at menyakitkan

    aq tak in9in trulan9 kmbli,msa” menyakitkan thu

  4. evi said,

    Februari 25, 2010 pada 1:24 pm

    jkj

  5. ikhy said,

    Mei 28, 2010 pada 1:05 pm

    subhanallah

  6. nurahmad khusaeni said,

    September 21, 2010 pada 3:39 pm

    i like khalil gibran..mr.poeppet…

  7. erozz said,

    Oktober 25, 2010 pada 7:21 am

    Kerenn

  8. hana said,

    November 22, 2010 pada 7:46 am

    prosa kke puisi nneh?

  9. Ardiansyah said,

    Januari 10, 2011 pada 2:57 am

    Allah lah diatas segalanya

  10. zali anmura said,

    April 25, 2011 pada 3:11 pm

    karyamu kt kt mu gb. hdp aq

  11. lialestari said,

    Oktober 21, 2012 pada 12:22 pm

    aku suka karya karyamu..menyentuh hati,,mengagumkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: