Mengatasi cinta dunia

Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipuan belaka, dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk.

Para sahabat bertanya: “Apakah saat itu jumlah kami sedikit?”

Rasulullah bersabda: “Tidak bahkan pada saat itu jumlah kamu amat sangat banyak, tetapi seperti air buih didalam air bah karena kamu tertimpa penyakit wahn.”

Sahabat bertanya: “Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?”

Rasulullah bersabda: “Penyakit wahn itu adalah kecintaan yang amat sangat kepada dunia dan takut akan kematian. Cinta dunia merupakan sumber utama segala kesalahan.”

Runtuhnya kemuliaan sumber dari segala fitnah, dan semua kesalahan adalah karena kita cinta kepada dunia.

Pada Rasul tidak ada cinta dunia kecuali cinta terhadap Allah, cinta terhadap kemuliaan.

Rasulullah merupakan contoh seorang pemimpin yang dicintai sampai ke lubuk hati yang paling dalam.

Rasul adalah contoh seorang suami yang benar-benar menjadi suri tauladan dan kebanggaan bagi keluarganya.

Rasul juga contoh seorang pengusaha yang dititipi dunia, tapi tidak diperbudak oleh dunia yang dimilikinya.

Kalau orang sudah mencintai sesuatu maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya.

Orang yang sudah cinta terhadap dunia, akan sombong, dengki, serakah dan berusaha dengan segala cara untuk mencapai segala keinginannya, oleh karena itu yakinlah bahwa dunia itu total milik Allah.

Segala sesuatu yang kita miliki baik sedikit maupun banyak semuanya milik Allah.

Dalam mencari rizki janganlah mempergunakan kelicikan karena dengan kelicikan atau tidak dengan kelicikan datangnya tetap dari Allah. 

8 Komentar

  1. wenty said,

    Mei 26, 2008 pada 11:52 am

    bener tenyata kita manusia terkadang lupa bahwa kita hidup di dunia ini hanya sesaat dan kita hidup di dunia ini karena alloh, jadi kita tidak boleh terlalu cinta pada duniawi karna kita tidak tau kapan kita akan mati dan meninggalkan semua yang ada ddi dunia ini tanpa alasan apapun. tq

  2. diki said,

    Agustus 9, 2008 pada 6:42 pm

    kehidupan tentang sebuah keindahan yang di iringi lagu-lagu yang tak bernada.

  3. diki said,

    Agustus 9, 2008 pada 6:46 pm

    kumencari detak nadi yang slalu mewujudkan sebuah perasaan ku berlari dengan nada-nada kebohongan untuk hari ini ku blum sadar tetang tetesan air mata.

  4. Agustus 15, 2008 pada 7:46 am

    […] Mengatasi cinta dunia […]

  5. TONI said,

    Maret 27, 2009 pada 10:36 am

    GOOOOD…

  6. TONI said,

    Maret 27, 2009 pada 10:57 am

    siiiiiiiiiiiiiiiip

  7. rika said,

    April 10, 2009 pada 11:02 am

    saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengagumi sang khalil gibran.karya2nya buat semua orang kagum padanya dan ingin melihat sosok kahalil gibran yang sesungguhnya.
    aku sering kalui melihat banyak orang di antaranya sakit jati karena jatuh cinta…gi mana sih rasanya jatuh cinta itu???
    jujur sejak aku mengijak masa usia dewasa aku belum pernah pacaran soalnya membinggungkan banget sih ribt banget
    diantara banyak pengalaman aku mulai belajar gimana itu cinta tapi sampai sekarang saya pun belum tau apa itu cinta.padahal boleh di kata usiaku udah mau menjelang 20 tahun.habisnya ku takut banget yang namanya pacaran lebih etpatnya lagi takut akit hati kali yah.

  8. haridinoday said,

    Juli 7, 2009 pada 8:34 pm

    bukan hanya kata2 bnyk orang salah mengartikannya dan merasa paling benar atas apa yang telah di lakukannya padahal ia telah meliat hasil kaya dari logika2 setan ‘ jangan banyak berucap lakukanlah’ kt hidup sebuah anugrah karna disuruh memilih tempat yang paling indah bagi yang dapat n mamou memahaminya so knapa meski takut mati lebih t4nya apa yang tekah kt lakukan untuk dunia ini terutama unutuk TUHAN kt…………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: