Catatan Terakhir

Aku tahu ketika aku menuliskan ini, engkau tengah menikmati hari bahagiamu. Dan aku juga tahu salah satu orang yang tak pernah engkau harapkan datang hadir di hari bahagiamu itu adalah aku,”

Terima kasih engkau”, terima kasih telah lupa dengan diriku, pura-pura melupakanku bahwa di semesta pikiranmu pernah ada aku, sekarang aku cuma bisa berkata kepadamu” semoga engkau bahagia dengan semua itu.

Aku yang terlupankan.

engkau, lama tak ada tulisan tentangmu.

Tak seperti dulu

dulu, hampir setiap waktu, selalu ada kata untukmu.

Apa kabarmu sekarang?…

Ah basi ya? Biarlah, aku hanya ingin mengulang kembali kebiasaan lamaku, sekedar megalirkan metafor basa-basi menyapamu, seperti orang ketemu, bertanya kabar meskipun tak mau tahu dengan kabar yang ditanyakan itu,…ah basa-basi bagiku.

Tapi, kali ini agak lain basa-basiku tidak hanya itu.

Coba dengarkanlah aku. Baca entri selengkapnya »