November 23, 2007 pada 7:51 am (Diaryku, Prosa Kehidupan)
Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu
penuh kebimbangan
Kuwartakan padamu bahawa hidup
adalah kegelapan
jika tidak diselimuti oleh kehendak
Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong
bila tidak diiringi kerja
Dan segala kerja hanyalah kehampaan
kecuali disertai cinta
Maka bila engkau bekerja dengan cinta
Engkau sesungguhnya tengah
menambatkan dirimu
Dengan wujudnya kamu, wujud manusia lain
Dan wujud Tuhan.
~Khalil Gibran
& Komentar
November 23, 2007 pada 7:48 am (Diaryku, Prosa Kehidupan)
Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
November 23, 2007 pada 7:44 am (Diaryku, Prosa Kehidupan)
BANGUNLAH, Cintaku. Bangun! Kerana jiwaku mengalu-alumu dari dasar laut, dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas gelombang yang mengamuk
Bangunlah, kerana sunyi telah menghentikan derap kaki kuda dan langkah para pejalan kaki.
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki, sementara aku terbangun sendiri, rasa rindu membukakan kertas surat tidurku. Baca Selengkapnya
& Komentar
November 23, 2007 pada 7:41 am (Diaryku, Prosa Kehidupan)
Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari. Baca Selengkapnya
& Komentar
November 23, 2007 pada 7:32 am (Diaryku, Prosa Kehidupan)
Malam ini aku sendiri,Tak ada yang menemani,
seperti malam-malam yang sudah
Hati ini selalu sepi,tak ada yang menghiasi,
seperti cinta ini,yang s’lalu pupus
Tuhan kirimkanlah aku,kekasih yang baik hati,
yang mencintai aku, apa adanya
Mawar ini, semakin layu,tak ada yang memiliki,
seperti aku ini, semakin pupus
Ket:
Melihat beberapa komentar dalam tulisan ini dan juga untuk membenarkan tentang tulisan ini dengan ini saya jelaskan bahwa ini adalah syair dari Lagu ahmad dhani, aku sengaja mencantumkan syair ini karena bagiku kata-kata yang digunakan sangat mewakili dalam kehidupanku.
& Komentar