Sebuah Puisi Si Kahlil Gibran

Aku adalah ombak

Aku dan pantai adalah sepasang kekasih

Angin menyatukan dan memisahkan kami

Aku datang dari atas temaram,

untuk menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya

Dan kusejukkan jiwanya yang membara dengan kelembabanku

Menjelang fajar kubacakan dalil cinta buat kekasihku,

dan ia mdekapku.
Di senja hari kunyanyikan doa kerinduan,

dan ia memelukku.

& Komentar

  1. muzakki berkata,

    Desember 4, 2007 pada 8:31 am

    Aku adalah ombak
    Aku dan pantai adalah sepasang kekasih
    Angin menyatukan dan memisahkan kami
    Aku datang dari atas temaram,
    untuk menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya

    Dan kusejukkan jiwanya yang membara dengan kelembabanku
    Menjelang fajar kubacakan dalil cinta buat kekasihku,
    dan ia mdekapku.
    Di senja hari kunyanyikan doa kerinduan,
    dan ia memelukku.

  2. raihana berkata,

    Desember 6, 2007 pada 6:42 am

    aku kurang setuju dengan puisi kahlil gibran karena dia menganggap dia tuhan. padahal dia hanya manusia biasa

  3. pianela berkata,

    Desember 8, 2007 pada 3:23 am

    impia

  4. pianela berkata,

    Desember 8, 2007 pada 3:23 am

    impian harapanku’

  5. NCENG berkata,

    Desember 12, 2007 pada 6:44 am

    BERLEBIHAN…

  6. alfin berkata,

    Januari 1, 2008 pada 4:06 am

    aq tlah mengejar sang waktu
    meski dg bayang semu
    meski dg kasih yg membisu
    ragaq tercabik luka
    tergores renggutan asa
    terkoyak perih jiwa
    sunyi yg menemaniq
    dingin yg menyelimutiq
    hanya buatq rapuh
    senandung sunyi..
    terdengar dalam penjara hati
    beku dlm jeruji sepi
    angan hanya kenangan
    harapan adl kehidupan
    q buang malamq yg kelam
    q genggam cahaya sang fajar
    dan berlari menuju masa depan

  7. alfin berkata,

    Januari 1, 2008 pada 4:07 am

    sm kan intinya puisi d atas ma puisi tu td?

  8. Februari 27, 2008 pada 5:34 pm

    [...] Sebuah Puisi Si Kahlil Gibran [...]

  9. fieya berkata,

    Mei 16, 2008 pada 4:24 am

    buatku beberapa puisi kahlil Gibran memang cantik, indah, dan kadang membuat aku terhanyut. tapi Beberapa dari itu juga terlalu melebih-lebihkan! seolah dia menganggap dirinya pencipta….dia lupa bahwa dia hanyalah manusia biasa

  10. radea berkata,

    Juni 12, 2008 pada 7:09 pm

    klo kalian cm bs memberi comant.
    berarti kalian sama seperti kahlil..?
    dia hanyalah seorang playboy……..!!
    Coba aj kalian buka buku dia yang menceritakan
    surat di kpada kekasihnya………!!

  11. claranda berkata,

    Agustus 26, 2008 pada 3:23 am

    jika ada kesalahan dalam puisi kahlil gibran jangan di hina dong karna setiap manusia kan pasti punya kekurangan tauk
    dan menurutku puisinya semuanya bagus karna aku pengagumnya KAHLIL GIBRAN gitu lho….

  12. pety... berkata,

    September 4, 2008 pada 2:21 pm

    bgi Q cnt trlalu rumit untuk Q mngrti..
    ia prgi d saat aq bnr2 membutuhkannya..
    ia dtg di saat aq blm mengenalnya..
    apakah hrus slalu bgitu..??
    aq merindukannya..
    meskipun aq tw mgkin nti Q tak dpat brtmu dgnnya lgi krna kondsi Q..
    aq mnyayanginya,,
    sejauh apapun aq brda drinya..
    aq mencintainya dgn stulus hti Q mskipun aq tw..
    mgkin nti dy akan mlupakan Q..

  13. phipit berkata,

    September 21, 2008 pada 2:09 am

    woi..woi
    cp aj
    qt buat kahlil’club youp………..

  14. Budieli Hia berkata,

    September 25, 2008 pada 9:06 am

    Luar biasa
    sebuah penyelaman akan nilai cinta yang sangat dalam.
    teruslah berkarya

  15. aliv berkata,

    Desember 16, 2008 pada 8:58 am

    siapa yg bilang kahlil play boy berarti dia tak punya etika tentang menghargai karya sang maestro cuba dia blom tentu bisa mengartikannya

  16. uwi berkata,

    Januari 20, 2009 pada 3:57 pm

    menurut saya kahlil, adalah seorang Sufi…
    yang mengagung agungkan cinta yang ada di hatinya terhadap Tuhan…bukan karna dia mengangap dirinya Tuhan..tp dia beranggapan Tuhan ada di hati sanubarinya.

  17. @rand berkata,

    April 7, 2009 pada 6:54 pm

    Menurut Qu kata-kata khalil dlm puisi tsb diatas menunjukkan klo Qt sebagai Insan tak bisa mengekpresikan setitik warna atau bentuk dari Zat Pencipta sehingga dia menjadikan kata hany sebg alat dia untuk menyampaikan ketakjubannya saja.’makna dari kalimat blablabla emas pasir”Nya”).

    pesan Qu buat teman2 :
    “Kata-kata hanyalah bayangan realita yang diumpamakan bagai gaun pengantin…”

  18. haris berkata,

    April 15, 2009 pada 3:15 pm

    kahlil gibran speak di dada kirinya muhammad di dada kirinya yeses apa itu benar ???

  19. haris berkata,

    April 15, 2009 pada 3:16 pm

    ralat maksudnya di dada kanan

  20. jenny fauziah berkata,

    Juli 16, 2009 pada 3:59 am

    kahlil gibran TOP banget , ,yg suka boleh komen,,yg g suka ga usah nghina donk , ,kaya sendirinya lebih baik aja,,!!!


Tulis sebuah Komentar