Catatan Terakhir

Aku tahu ketika aku menuliskan ini, engkau tengah menikmati hari bahagiamu. Dan aku juga tahu salah satu orang yang tak pernah engkau harapkan datang hadir di hari bahagiamu itu adalah aku,”

Terima kasih engkau”, terima kasih telah lupa dengan diriku, pura-pura melupakanku bahwa di semesta pikiranmu pernah ada aku, sekarang aku cuma bisa berkata kepadamu” semoga engkau bahagia dengan semua itu.

Aku yang terlupankan.

engkau, lama tak ada tulisan tentangmu.

Tak seperti dulu

dulu, hampir setiap waktu, selalu ada kata untukmu.

Apa kabarmu sekarang?…

Ah basi ya? Biarlah, aku hanya ingin mengulang kembali kebiasaan lamaku, sekedar megalirkan metafor basa-basi menyapamu, seperti orang ketemu, bertanya kabar meskipun tak mau tahu dengan kabar yang ditanyakan itu,…ah basa-basi bagiku.

Tapi, kali ini agak lain basa-basiku tidak hanya itu.

Coba dengarkanlah aku. Baca entri selengkapnya »

Adakah Tuhan Itu ?… (Sebuah Renungan)

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang
tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawabpertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Baca entri selengkapnya »

Gandrung

Perkenankanlah aku mencintaimu seperti ini
Tanpa kekecewaan yang pasti
Meski tanpa kepastian yang pasti

Harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan
Biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yang menjanjikan

Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku
Menyebut-nyebut namamu dalam kesendirian pun lumayan
Berdiri didepan pintumu tanpa harapan dan kau membukakannya pun sudah terasa nyaman
Sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku pun cukup memuaskan

Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku

Dikutip dari tulisan GUS MUS

Ulang Tahun

Dalam suka mulut tertawa
Dalam duka mata berkaca
Dalam kaku pikir terpaku
Dalam waktu langkah satu-satu

Ada batu semangat tak mati kutu
Ada lubang jati diri tak hilang
Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok
Jatuh bangun namun tetap tekun

Demi masa depan
demi kesejahteraan
demi kebahagiaan
demi Tuhan, teruslah berjuang

Baca entri selengkapnya »

Diproteksi: Semua Orang Punya Pilihan

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Kehidupan ~ Kahlil Gibran

Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu
penuh kebimbangan

Kuwartakan padamu bahawa hidup
adalah kegelapan
jika tidak diselimuti oleh kehendak
Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong
bila tidak diiringi kerja
Dan segala kerja hanyalah kehampaan
kecuali disertai cinta

Maka bila engkau bekerja dengan cinta
Engkau sesungguhnya tengah
menambatkan dirimu
Dengan wujudnya kamu, wujud manusia lain
Dan wujud Tuhan.

~Khalil Gibran

Rahasia Ombak ~ Kahlil Gibran

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Baca entri selengkapnya »

Perjamuan Jiwa ~ Kahlil Gibran

BANGUNLAH, Cintaku. Bangun! Kerana jiwaku mengalu-alumu dari dasar laut, dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas gelombang yang mengamuk
Bangunlah, kerana sunyi telah menghentikan derap kaki kuda dan langkah para pejalan kaki.
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki, sementara aku terbangun sendiri, rasa rindu membukakan kertas surat tidurku.
Baca Selengkapnya

Penyair

Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.
Baca Selengkapnya

Munajat Cinta

Malam ini aku sendiri,Tak ada yang menemani,
seperti malam-malam yang sudah

Hati ini selalu sepi,tak ada yang menghiasi,
seperti cinta ini,yang s’lalu pupus

Tuhan kirimkanlah aku,kekasih yang baik hati,
yang mencintai aku, apa adanya

Mawar ini, semakin layu,tak ada yang memiliki,
seperti aku ini, semakin pupus

Ket:

Melihat beberapa komentar dalam tulisan ini dan juga untuk membenarkan tentang tulisan ini dengan ini saya jelaskan bahwa ini adalah syair dari Lagu ahmad dhani, aku sengaja mencantumkan syair ini karena bagiku kata-kata yang digunakan sangat mewakili dalam kehidupanku.

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.